
Setiap kita memiliki ambisi dan cita-cita yang ingin kita capai dan wujudkan. Mempunyai keinginan agar dalam hidup ini kita dapatkan kebahagiaan dan ketentraman. Memiliki keinginan agar dosa-dosa yang pernah kita lakukan diampuni Allah swt. Sehingga obsesi besar yang diajarkan oleh sang kekasih, Rasulullah saw. untuk menggapai surga tertinggi yaitu surga Firdaus dapat tercapai. Namun, dalam realitas tidak semua cita-cita serta ambisi duniawi dan ukhrawi mudah diraih, karena berbagai keterbatasan yang kita miliki.
Karena itu kita harus sadar, bahwa selalu ada hikmah di balik penangguhan cita-cita dan ambisi kita. Antara lain adalah, agar kita segera kembali kepada Allah Taala sembari menengadahkan kedua tangan kepada-Nya. Ini sama persis dengan ketidaktahuan kita terhadap ampunan dosa-dosa yang pernah dilakukan; agar kedua tangan kita yang Allah swt karuniakan ini tidak pernah bosan menengadah ke langit.
Masihkah Kamu Belum Percaya?
Allah swt berfirman, “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-ku, niscaya akan Ku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyomongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (al-Mukmin 40:60)
Ayat di atas sungguh jelas bahwa Allah Taala menjamin setiap doa hamba-Nya yang ia panjatkan dengan tulus dan serius. Ungkapan “Niscaya akan Ku kabulkan bagimu”, seakan Allah mengetuk pintu hati para hamba-Nya agar tidak ragu sedikit pun atas jaminan dikabulkannya doa tersebut. Allah Taala seakan ingin berkata kepada kita, “Mengapa kamu tidak berdoa?”
Jaminan ini sangat penting untuk dipahami sebagai bekal untuk merubah diri ke arah yang positif. Karena bisa jadi ada di antara kita yang masih ragu manakala pernah jatuh di kubangan kemaksiatan bertahun-tahun. Melakukan kemaksiatan sosial, budaya, ekonomi, birokrasi, politik dan kemaksiatan terhadap alam ciptaan Allah Taala yang berdampak rusaknya sebagian struktur alam dan berakibat munculnya berbagai musibah di negeri ini. Saatnya untuk memantapkan diri bahwa dengan berdoa dan ikhtiar maksimal semuanya akan dapat berubah.
Syarat-Syarat Terkabulnya Doa
Allah Azza wa Jalla menjamin dikabulkannya doa para hamba-Nya. Namun jaminan tiu bukanlah jaminan gratis, tapi membutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat itu adalah sebagai berikut:
1. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa yang dipanjatkan.
Rasulullah saw bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka janganlah ia mengatakan, Ya Allah, berilah ampunan kepadaku jika Engkau menghendakinya.” Namun hendaknya meneguhkan hati (akan apa yang dimintanya)” – H.R Bukhari Muslim.
Yakin bahwa doa akan dikabulkan adalah syarat untuk terkabulnya doa. Oleh karena itu jangan ada diantara kita yang memohon kepada Allah Taala sementara masih ada keraguan terkabulnya doa-doa yang ia panjatkan.
2. Khusyu’ ketika berada di hadapan Allah Taala.
Banyak orang yang berdoa namun ia tidak sadar apa yang sedang dilakukannya. Ia hanya berkata-kata Ya Allah atau kata Amin, namun hatinya tidak hadir dalam kata yang ia ungkapkan. Khusyu’ dalam berdoa adalah sinergi antara kata, hati dan raga sekaligus. Semua hadir dalam permohonan yang tulus kepada Rabbnya. Tentang urgensi khusyu’ dalam berdoa ini, Rasulullah saw bersabda:
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa (yang keluar) dari hati orang yang lalai dan main-main” (H.R Tirmidzi)
Seorang muslim tidak selayaknya bermain-main dalam doanya namun ia harus mampu mengutarakannya dengan penuh khisyu’.
Salah seorang Tabiin pernah berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui kapan doaku akan dikabulkan.” Orang-orang yang berada di sekitanya bertanya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Tabiin itu menjawab, yaitu ketika hatiku khusyu’, anggota-anggota badanku juga khusyu’ dan mataku pun mengeluarkan air mata. Maka pada saat itu aku akan berkata, Doa ini akan dikabulkan.”
3. Tidak Terburu-buru.
Imam Bukhari dan muslim meriwayatkan persyaratan yang ketiga ini, dimana Rasulullah saw bersabda, “Akan dikabulkan bagi (doa) salah seorang di antara kalian selama ia tidak terburu-buru”. Maksud terburu-buru adalah sikap pesimisme terhadap apa yang ia minta. Tidak mengulang-ulang doanya. Sikap negatif thinking kepada Allah Taala atas tertolaknya doa. Obat dari penyakit ini adalah kesabaran.
4. Memakan rezeki yang halal.
Syarat terakhir dari terkabulnya doa adalah memakan rezeki yang halal. Sehingga tidak selayaknya seorang muslim mengumpulkan harta dengan cara yang diharamkan Allah swt.
Firman Allah swt, “Wahai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amalan shalih. Sesungguhnya, Aku Maha Menadgetahui atas apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mukminun (23):51)
Rasulullah saw. Menceritakan tentang, seorang lelaki yang kotor dan berdebu, (yang berada dalam) sebuah perjalanan yang jauh, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, “Ya Tuhanku…, Ya Tuhanku… Namun, perutnya (dipenuhi minuman) yang haram, pakaiannya berasal dari (pakaian) yang haram, dan ia mengkonsumsi yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan”. (H.R Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang lelaki pun yang berdoa (kepada Allah swt) dengan sebuah doa kecuali (doa itu) akan dikabulkan untuknya. Boleh jadi (pengabulan) itu akan disegerakan di dunia, boleh jadi akan disimpan untuknya (sehingga akan diberikan) di akhirat, dan boleh jadi dosa-dosanya akan dihapuskan sesuai dengan kadar doanya”.
Dari hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa bentuk pengabulan doa ada tiga bentuk, yaitu pengabulan doa di dunia atas apa yang diminta, pengabulan doa sampai di akhirat dan dengan memalingkan keburukan yang akan menimpa.
Sikap seorang mukmin terhadap hal ini bisa sangat variatif. Ada yang memilih pengabulan bentuk pertama, ada yang memilih bentuk kedua dan mungkin sebagian lainnya menghendaki yang ketiga. Namun sikap seorang mukmin yang arif dan bijaksana adalah memandang sama atas bentuk-bentuk pengabulan doa tersebut. sebab pada hakikatnya bila seorang mukmin telah berusaha dan berdoa, maka ia selanjutnya memasrahkan keputusan yang terbaik kepada Allah Azza wa Jalla.
Orang-Orang Yang Tidak Akan Ditolah Doanya
Rasulullah saw. Bersabda, “Ada tiga doa yang pasti akan dikabulkan, tanpa ada keraguan tentangnya: doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir, dan doa orang tua kepada anaknya” (H.R Abu Daud dan Ahmad)
Di hadits lain Rasulullah saw. bersabda: “Bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka, benar-benar doa(nya) yang tidak akan ditolak” (H.R Ibnu Majah)
Subhanallah! Alangkah Maha Pengasihnya Allah Azza wa Jalla, ketika Dia mebagi-bagikan doa yang makbul untuk hamba-hamba Nya. Jadi, sudah sepatutnya bila kita sebagai orang tua untuk memanfaatkan pengabulan doa itu untuk anak-anak kita. Saat sedang dalam perjalanan jauh selayaknya tidak melupakan doa-doa untuk saudara-saudara mereka. Apalagi di saat saudara-saudara kita banyak yang tertimpa musibah. Begitu juga saat kita dalam keadaan berpuasa, sepatutnya kita doakan saudara-saudara kita yang dizhalimi dimanapun mereka berada, terutama di bumi Palestina.
Sumber: ALMANAR, Edisi 45 Tahun IV/2008




denisrahadian Berkata:
on Januari 17, 2009 at 9:58 am
Assalammu’alaikum
Mohon dapat sekiranya teman-teman dapat berkunjung ke situs dibawah ini:
- http://www.knrp.or.id/
- http://www.kispa.org/
- http://donasi.depsos.go.id/
Buktikan klo persaudaraan sesama Muslim bukan retorika belaka,..
Dengan mendukung misi kemanusiaan MER-C untuk Palestina, caranya ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk donasi Rp.5000/sms
“Ya Allah, Israel harus membayar semua ini dengan kemenangan Islam!” – dikutip dari http://www.eramuslim.com/berita/palestina/mereka-membantai-saudara-kita.htm
Wassalammu’alaikum
kolesterol Berkata:
on Agustus 29, 2009 at 10:03 am
Amin, mengucap syukur adalah kuncinya.
Wawan Berkata:
on Februari 12, 2009 at 5:12 am
AllahhuAkbar
denisrahadian Berkata:
on Agustus 30, 2009 at 9:50 am
Jangan berputus asa, berhenti berharap dan berdoa, ingatlah Allah swt Maha Kaya, Allahhu Akbar.
HAhah meme*y Berkata:
on September 11, 2009 at 1:44 pm
maaf kenapa kata “Israil” tidak diganti saja denagn tulisan “yahudi” kayaknya lebih pas
CMIW( corrcet me if wrong)