<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Letter 'D'</title>
	<atom:link href="http://denisrahadian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://denisrahadian.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Dec 2011 04:00:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='denisrahadian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Letter 'D'</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://denisrahadian.wordpress.com/osd.xml" title="The Letter &#039;D&#039;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://denisrahadian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Izinkan Nina Memanggilmu Ayah</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/08/08/izinkan-nina-memanggilmu-ayah/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/08/08/izinkan-nina-memanggilmu-ayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 02:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Jakarta,.. Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=382&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/08/42-18409414.jpg"></a></p>
<p><a href="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/08/42-184094141.jpg"><img class="size-full wp-image-385 alignnone" title="42-18409414" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/08/42-184094141.jpg?w=390" alt="42-18409414"   /></a></p>
<p>&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta,..</p>
<p style="text-align:justify;">Bila ada ajakan untuk berbagi, apa yang ada di pikiran anda? Berbagi dana, pakaian layak pakai, sembako, susu, makanan atau bentuk material lainnya. Jawaban itu boleh jadi karena pengaruh ide materilistik yang telah mengglobal. Mengukur segala sesuatunya dengan ukuran yang bersifat material dan kasat mata. Pengalaman nyata dari ayah angkat saya mungkin bisa menjadi pelajaran bahwa berbagi tidaklah mesti berbentuk material.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap tahun, ayah angkat saya punya kebiasan berkeliling ke berbagai panti asuhan dan rumah anak yatim. Kunjungan biasanya dilakukan dua kali. Awal bulan Ramadhan dan akhir bulan Ramadhan. Kunjungan pertama adalah survey untuk mengetahui kebutuhan panti asuhan atau rumah yatim. Kunjungan kedua membawa bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika berkunjung ke salah satu rumah yatim, ayah angkat saya bertemu dengan seorang bocah bernama Nina.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Nina, apa yang anakku mau sayang”</em> begitu ayah saya membuka percakapan. <em>“Nina mau baju baru?, sepatu baru?, tas baru? Atau apa nak?”</em> tambah ayah saya.<br />
<em>“Nggak ah… ntar om marah”</em> jawab Nina.<br />
<em>“nggak sayang, om tidak akan marah”</em> ayah saya menimpali.<br />
<em>”Nggak ah&#8230; ntar om marah”</em> Nina mengulang jawabannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah saya berpikir, pasti yang diminta Nina adalah sesuatu yang mahal. Rasa keingintahuan orang tua saya semakin menjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dia dekati lagi Nina sambil berkata, <em>”ayo nak katakan apa yang kamu minta sayang.”</em><br />
<em>”Tapi janji ya om tidak marah”</em> jawab Nina manja.<br />
<em>”Om janji tidak akan marah sayang”</em> tegas ayah saya.<br />
<em>”Bener om tidak akan marah”</em> sahut Nina agak ragu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayah saya menganggukkan kepala pertanda bahwa ia setuju untuk tidak marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Nina menatap tajam wajah ayah saya. Sementara ayah saya berpikir, apa gerangan yang diminta oleh Nina. ’Seberapa mahal sich yang bocah kecil ini minta sampai dia harus meyakinkan bahwa saya tidak akan marah’ pikir ayah saya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sambil tersenyum orang tua saya mengatakan, <em>“ayo nak, katakan, jangan takut, om tidak akan marah nak.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan terus menatap wajah ayah saya, Nina berkata; <em>”bener ya om tidak marah.???”</em> Sekali lagi ayah saya mengganggukan kepala.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan wajah berharap-harap cemas, Nina mengajukan permintaanya <em>”om, boleh nggak saya memanggil ayah?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar jawaban itu, tak kuasa ayah saya membendung air matanya. Segera dia peluk Nina dan mengatakan <em>”tentu anakku.. tentu &#8230;mulai hari ini Nina boleh memanggil ayah, bukan om.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil memeluk erat ayah saya, dengan terisak Nina berkata <em>”terima kasih ayah&#8230; terima kasih ayah&#8230;”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hari itu, adalah hari yang tak akan terlupakan buat ayah saya. Dia habiskan waktu beberapa saat untuk bermain dan bercengkrama dengan Nina. Karena merasa belum memberikan sesuatu yang berbentuk material kepada Nina maka sebelum pulang, ayah saya berkata kepada Nina</p>
<p style="text-align:justify;"><em>”Anakku, sebelum lebaran nanti ayah akan datang lagi kemari bersama ibu, apa yang kamu minta nak?”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>”Khan udah tadi, Nina sudah boleh memanggil ayah”</em> sergah Nina.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>”Nina masih boleh minta lagi sama ayah. Nina boleh minta sepeda, otoped atau yang lain, pasti akan ayah kasih.”</em> Sambil memegang tangan ayah saya, Nina memohon <em>”nanti kalau ayah datang sama ibu ke sini, saya minta ayah bawa foto bareng ayah, ibu dan kakak-kakak, boleh khan ayah?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tiba-tiba kaki orang tua saya lunglai, dia terduduk, bersimpuh di depan Nina. Dia peluk lagi Nina sambil bertanya; <em>”buat apa foto itu nak?”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa ragu Nina menjawab <em>“Nina ingin tunjukkan sama temen-temen Nina di sekolah, ini foto ayah Nina, ini ibu Nina, ini kakak-kakak Nina.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ayah saya memeluk Nina semakin erat, seolah ia tak mau berpisah dengan seorang bocah yang menjadi guru kehidupan di hari itu. Terima kasih Nina, walau usiamu masih belia kau telah mengajarkan kepada kami tentang makna berbagi cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagilah cinta, karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata. Berbagilah cinta, maka kehidupan anda akan lebih bermakna. Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p> Sumber: Anonim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=382&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/08/08/izinkan-nina-memanggilmu-ayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/08/42-184094141.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">42-18409414</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Sukses Dari Matematika Sederhana</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/07/28/belajar-sukses-dari-matematika-sederhana/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/07/28/belajar-sukses-dari-matematika-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 05:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; &#8220;Dua narapidana melihat ke luar jendela penjara. Satu melihat indahnya bintang-bintang. Satunya lagi melihat lumpur menjijikkan. &#8220; (Anthony de Mello) Masih ingat pelajaran matematika sederhana yang kita pelajari di sekolah dasar. Bisa jadi inilah yang sekarang kita ajarkan pada adik, anak, atau keponakan kita yang masih di TK ataupun SD. Pelajaran yang saya maksudkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=376&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/07/32575fcf97ba4dcd8d6aec93b5908aa9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-377" title="32575FCF97BA4DCD8D6AEC93B5908AA9" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/07/32575fcf97ba4dcd8d6aec93b5908aa9.jpg?w=390" alt="32575FCF97BA4DCD8D6AEC93B5908AA9"   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dua narapidana melihat ke luar jendela penjara. Satu melihat indahnya bintang-bintang. Satunya lagi melihat lumpur menjijikkan. &#8220;</em><br />
(<strong>Anthony de Mello</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ingat pelajaran matematika sederhana yang kita pelajari di sekolah dasar. Bisa jadi inilah yang sekarang kita ajarkan pada adik, anak, atau keponakan kita yang masih di TK ataupun SD. Pelajaran yang saya maksudkan adalah operasional hitung, penjumlahan, dan pengurangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah kembali pelajaran operasional hitung <strong><em>&#8220;tambah&#8221;</em></strong> dan <strong><em>&#8220;kurang&#8221; </em></strong>tersebut. Apakah yang bisa kita pelajari dan apa hubungannya dengan kesuksesan hidup kita. Jawabannya pun sederhana.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan, bentuk operasi hitung <em>&#8220;penjumlahan&#8221;</em> atau simbol <em>&#8220;tambah&#8221;</em> yang kita letakkan di setiap angka. Bagaimanakah hasil akhirnya? Hasil akhirnya selalu berubah menjadi angka yang lebih baik atau lebih tinggi nilainya. Jika dijumlahkan dengan angka yang positif, baik angka itu angka plus maupun minus, maka nilainya menjadi lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya, jika suatu angka dikurangi atau diberi operasional hitung &#8220;kurang&#8221; maka berapa pun angkanya, akan menjadi lebih kecil nilainya. Anda pasti sudah mengenal sistem operasional hitung ini dengan tanpa perlu bersusah payah. Tapi, apa artinya ini dalam kehidupan sukses kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sukses kita, saya membayangkan di dalam diri setiap orang bisa punya kebiasaan <em>&#8220;mengurangi&#8221;</em> atau kebiasaan <em>&#8220;menjumlah&#8221;</em>, yang saya sebut pribadi <em>&#8220;plus&#8221;</em> atau pribadi <em>&#8220;minus&#8221;</em>. Perhatikanlah perbedaan yang dihasilkan pribadi plus maupun minus ini. Bagi pribadi &#8220;minus&#8221;, segala kondisi akan menjadi semakin buruk. Bahkan dengan sikapnya, dia membuat situasi atau pun kondisi menjadi bertambah buruk dengan sikapnya. Emosinya serta aura pada dirinya pun cenderung negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah sebabnya dia memperburuk suasana yang ada. Misalkan saja, seorang manager dengan keluarganya sedang menyetir keluar kota untuk liburan. Ketika tepat di pintu bayar tol, mobilnya mogok. Akhirnya, dengan kesal, si manajer ini keluar dari mobilnya. Sambil marah-marah, dia tendang mobilnya. Keras sekali sehingga kakinya lebam. Setelah itu, saat ditarik mobil derek untuk diperbaiki, dia marah-marah. Istri dan anak-anaknya pun jadi ikutan &#8216;bete&#8217; lantaran terpengaruh sikap si manajer ini. Akhirnya, liburan pun batal. Padahal mobilnya bisa diperbaiki dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara di sisi lain, ada orang yang mempunyai mentalitas <em>&#8220;plus&#8221;</em> yang bisa membuat kondisi yang ada menjadi lebih baik. Meskipun dia tidak bisa mengubah keadaan 100% menjadi lebih baik namun sikapnya bisa membuat suasana tidak menjadi semakin lebih buruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalkan pada contoh si manager yang mobilnya mogok di atas. Dia merasakan jengkelnya tapi dengan cepat bisa berpikir pula, &#8220;<em>Untung juga. Mogoknya pas di pintu bayar tol. Coba kalau pas di luar kota atau di tengah jalan</em>&#8220;. Akhirnya, dengan mobil derek, mobilnya bisa segera dibawa ke bengkel terdekat. Bisa diperbaiki lalu dengan segera, mereka bisa menikmati liburannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihat, betapa menyenangkannya kalau kita mempunyai mental <em>&#8220;plus&#8221;</em> ini. Segala sesuatu tidak menjadi bertambah parah atau memburuk. Minimal, sikap semacam ini dengan cepat akan mengembalikan kondisi yang buruk menjadi normal ke keadaan semula. Dan dengan sikap ini, dia tidak melihat sesuatu dengan emosi-emosi yang negatif seperti marah-marah, kesal, maupun jengkel.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh ini pernah diperlihatkan oleh <strong>Thomas Alfa Edison</strong> sewaktu menyaksikan laboratorium eksperimennya habis terbakar. Dia menyaksikan api yang masih merah menyala lalu berkata, &#8220;<em>Iya. Ada gunanya juga semuanya terbakar. Jadi ada kesempatan buat saya untuk memulai lagi semua pemikiran dan ide yang macet, dari awal lagi!</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, Thomas Alfa Edison mengajarkan pada kita. Ada sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi, yakni lab yang terbakar. Namun, dia juga mengajarkan kita bahwa sikap maupun cara kita bertindak bisa membuat situasi dan keadaan menjadi tidak lebih buruk, malah menjadi lebih baik hasilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, pelajaran dasar operasional hitung juga mengajarkan kepada kita satu hal yang sederhana. Jika angka berapa pun, tetapi dijumlahkan dengan angka minus maka hasil akhirnya akan menjadi semakin minus. Bayangkanlah hal ini dalam hidup kita di mana kita sering bertemu dan bergaul dengan orang-orang &#8216;pecundang&#8217; dan selalu bermental negatif. Apakah yang terjadi? Lama-kelamaan diri dan kondisi diri kita juga terpengaruh jadi negatif.</p>
<p style="text-align:justify;">Bayangkanlah seorang salesman yang sebenarnya cukup antusias dan semangat, tetapi setiap pagi dia selalu ngopi dan ngrumpi dengan teman-temannya yang selalu mengajarkan padanya, &#8220;Kondisi lagi susah&#8221;, &#8220;Gini lho caranya mengambil keuntungan perusahaan buat diri sendiri&#8221;, &#8220;Begini caranya ngobyek di luar dengan fasilitas kantor!&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang akan terjadi kalau selama setahun dia diajarkan seperti itu? Lama-kelamaan mentalnya bisa ikut-ikutan menjadi rusak juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah, maka operasional hitung juga memberikan tipsnya kepada kita. Caranya? Ingatlah dengan prinsip kalau kita mengurangi bilangan apapun dengan angka-angka yang minus (misalkan: X &#8211; (-Y) ) maka hasilnya akan lebih positif. Apa artinya? Sederhana saja. Kalau kita bisa mengurangkan orang-orang minus dari kehidupan kita, maka kita bisa menciptakan kondisi dan situasi yang lebih positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, yang jadi pertanyaan kita adalah siapakah orang-orang yang negatif, berpikir minus dan jelek pengaruhnya dalam kehidupan kita. Kurangilah kesempatan kita berinterkasi ataupun jauhilah orang-orang seperti itu dari kehidupan kita, supaya kita tetap positif menyongsong impian dan cita-cita kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah. Semoga pelajaran kita dari matematika yang amat sederhana ini membuat kita lebih sadar dan membuat kita semakin sukses dengan impian dancita-cita kita.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">***<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Anthony Dio Martin</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=376&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/07/28/belajar-sukses-dari-matematika-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/07/32575fcf97ba4dcd8d6aec93b5908aa9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">32575FCF97BA4DCD8D6AEC93B5908AA9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Pematung</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/16/kisah-seorang-pematung/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/16/kisah-seorang-pematung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 06:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini. Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=370&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/06/69078443.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-371" title="69078443" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/06/69078443.jpg?w=390&#038;h=263" alt="69078443" width="390" height="263" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang memeriksa tugas yang diperintahkannya. “<em>Bagus. Bagus sekali</em>&#8220;, ujar sang Raja<em>, Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar taman. “<em>Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas</em>,” ucapnya dalam hati, &#8220;<em>pasti, akan cepat rusak</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas. Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya. “<em>Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana.</em>”</p>
<p style="text-align:justify;">Menyesal dengan perrbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Teman, seperti apakah kita menghargai diri sendiri? Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinyasendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-main. Tuhan menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak diletakkan di tempat utama?</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak. Karena hanya Allah lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan. Susuri setiap lekuknya dengan kesabaran, dan keikhlasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pahatan yang kita torehkan saat ini, akan menentukan tempat kita di akhirat kelak. Bentuklah “<em>patung</em>” diri Anda dengan indah!</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Anonim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=370&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/16/kisah-seorang-pematung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/06/69078443.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">69078443</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapkan Diri Kita Menyambut Bulan Ramadhan</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/05/persiapkan-diri-kita-menyambut-bulan-ramadhan/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/05/persiapkan-diri-kita-menyambut-bulan-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 01:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Dari hadist Qudsi yang shahih Alloh swt berfirman: “Semua amal anak Adam untuknya, kecuali shaum. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala…” (HR Bukhori dan Muslim) “Dia meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan syahawatnya karena-Ku, dan meninggalkan istrinya karena-Ku” (HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya) Demikianlah Alloh swt berfirman, bahwa inilah -satu-satunya- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=355&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-356  aligncenter" title="ramadhan-picture-collections-0" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/06/ramadhan-picture-collections-0.jpg?w=390&#038;h=390" alt="ramadhan-picture-collections-0" width="390" height="390" /></p>
<p>&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hadist Qudsi yang shahih Alloh swt berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Semua amal anak Adam untuknya, kecuali shaum. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberinya pahala…”</em><br />
(HR Bukhori dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dia meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan makanannya karena-Ku, meninggalkan syahawatnya karena-Ku, dan meninggalkan istrinya karena-Ku”</em><br />
(HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab shohihnya)</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah Alloh swt berfirman, bahwa inilah -satu-satunya- amal yang kita persembahkan kepada Alloh swt. Laksana seorang hamba yang memberikan (kado) amal terbaik untuk robb-Nya, maka kita harus sebisa mungkin berupaya menjadikan shaum kita sebaik-baik shaum, terlebih bila shaum yang kita maksud ialah shaum Ramadhan yang begitu tinggi kemuliaannya. Dan belum tentu kita akan mendapatkannya kembali, besok, tahun-tahun yang akan datang, bahkan shaum Romadhon tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjadikannya lebih baik ialah dengan memasang target dan melakukan persiapan yang sangat matang sehingga kita mampu mengisi setiap detik Romadhon nanti tanpa kesiaan dan optimalisasi amal. Bagi yang belum mempersiapkan, maka sekaranglah saatnya bersiap, dan sebaik-baik awal persiapan ialah bergembira menyambut Romadhon penuh rohmah (tarhib Romadhon).</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut sedikit tips-tips dalam mempersiapkan dan mengisi Romadhon tahun ini –khususnya- yang Insya Alloh takkan kita biarkan berlalu begitu saja:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.)</strong> Memasang target perbaikan diri hingga paska Romadhon. Inilah yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim. Ingin apa kita Romadhon tahun ini? Lebih sabar? Lebih banyak hafalan? Semuanya tentu tergantung prioritas-prioritas perubahan yang kita inginkan setiap tahunnya. Jika tidak dilakukan, bisa-bisa paska Romadhon amal ibadah kita tidak jauh beda dari sebelumnya. Itulah sebab kita harus berazzam bahwa insya Alloh kita akan berubah dan istiqomah paska Romadhon nanti (mulai saat ini) layaknya kepompong menjadi kupu-kupu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.)</strong> Mengqodho hutang shaum Romadhon tahun lalu sebanyak hari yang ditinggalkannya, yakni bagi mereka yang berhalangan karena udzur syar’I. Segerakanlah qodho sebelum tiba shaum Romadhon tahun ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.)</strong> Berupaya meninggalkan kesia-siaan, kemaksiatan dan belajar menjaga diri menjelang Romadhon. <em>“…Apabila seseorang diantara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan tidak berguna…”</em> (HR Bukhori dan Muslim) dalam riwayat yang lain <em>“Betapa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan dari puasanya selain rasa lapar”</em> (HR Bukhori). Insya Alloh kita termasuk yang berharap amal Romadhon kali ini diridhoi-Nya dan dijauhkan dari kehampaan nilai shaum, hanya dikarenakan oleh kemaksiatan dan kesia-siaan tak berguna yang kita lakukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.)</strong> Berniat benar-benar untuk mencari setiap kebaikan Romadhon. Melanjutkan kebaikan yang sudah dawwam kita lakukan dan menambahnya dengan kebaikan yang baru. <em>“Di bulan itu ada yang memanggil, ‘Wahai pencari kebaikan, lanjutkanlah! Wahai pencari keburukan, berhentilah !”</em> (HR Abdur Rozaq dan diriwayatkan oleh Hakim serupa dengan itu)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.)</strong> Memperbanyak mencari ilmu tentang shaum, dengan rajin membaca buku, menghadiri majelis-majelis ilmu agar shaum kita istimewa dan tidak kita lewatkan begitu saja -karena kita mengisinya- dengan <strong>‘kebodohan’</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.)</strong> Secara khusus mempelajari hal-hal yang menjadi rukun dan membatalkan shaum Romadhon kita. Sehingga selain berupaya menjalankan ibadah sesuai syariat agar diterima oleh-Nya, upaya ini juga akan membantu kita untuk melaksanakan ibadah shaum dengan lebih mudah, tidak mempersulit diri dan mantap karena yakinnya kita akan amal shaum kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.)</strong> Secara khusus mempelajari hal-hal yang disunnahkan dalam shaum Romadhon sehingga kita bisa bersungguh-sungguh mengamalkan dan mendapatkan keistimewaan-keistimewaannya/ fadilah Romadhon.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8.)</strong> Persiapkan dan manfaatkan Romadhon untuk zikir dan taat. Jadikan shaum kali ini penuh dengan zikrulloh dan do’a kepada-Nya sepanjang Romadhon. Demikian karena puasa menjadikan diri ini dalam kondisi ruhani yang dekat kepada ketaqwaan sehingga maqbul-lah doa kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9.)</strong> Berderma dan mempersiapkan bekal (ilmu, amal, materi, dll) untuk Romadhon: Ibnu Abbas ra mengatakan, <em>“Dahulu Nabi saw adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, terlebih lagi di bulan Romadhon…”</em> (HR Bukhori)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10.)</strong> Rencanakan untuk sepuluh hari terakhir dalam mencari lailtul Qodr. Jangan sampai kekhusyukkan sepuluh malam penutup Romadhon terganggu oleh hal-hal (agenda) yang tidak penting dan tidak terkendali. ‘Aisyah ra mengatakan: <em>“Jika memasuki sepuluh hari itu, Rosululloh saw mengencangkan kainnya, menghiodupkan malamnya dan membangunkan keluarganya”</em> (HR Tirmidzi). Jadikan pula sepuluh hari terakhir sebagai penutup terbaik di bulan berkah. Berikut diantara do’a yang dipanjatkan Rosululloh saw: <em>“Ya Alloh jadikanlah sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku menghadap-Mu, sebaik-baik umurku adalah pada akhirnya, dan sebaik-baik amalku adalah penutupnya”.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>11.)</strong> Meningkatkan tilawah, tahfidz dan tadabbur al Qur’an. Inilah bekal yang utama dalam menghadapi Romadhon. Bagaimana mungkin kita akan bersemangat beribadah bila bekal taujih rabbaniyyah kita minim. Agar kelak kita optimal dengan alQur’an, maka mulai dari sekarang kita upayakan pengakrabannya. Jelas diperlukan pentahapan untuk itu. Upayakan Rojab tilawah kita 1 juz/hari, Sya’ban 2 juz/hari sehingga setidaknya Romadhon nanti kita bisa tilawah 3 juz/hari. Demikian pula dengan hafalan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>12.)</strong> Lunasi hutang piutang sesegera mungkin dan saling mengampuni dosa dengan sesama saudara, agar tepat 1 Romadhon nanti kondisi kita lapang untuk beribadah, tidak terganggu dan terhambat oleh utang dan dosa yang masih membebani –dan menjadi kewajiban- kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>13.)</strong> Ramai-ramai dengan masyarakat menjadikan Romadhon sebagai ‘musim kebaikan’. Syiarkan di buletin-buletin kelas di kampus, baligho, radio, koran, Tv, dsb. agar setiap tahunnya selalu kondusif untuk ibadah dan menjadi ancaman bagi kemadhorotan. Dijadikannya sebagai ‘musim kebaikan’ karena di bulan inilah amal sholeh dilipatgandakan, ampunan dapat sangat kita harapkan kedatangannya, doa-doa terkabul hingga setiap jiwa yang bersih akan terhindar dari api neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">(Diolah dari maroji’ utama Fiqh as Siyyam, Dr Yusuf Qorodhowy, Era Intermedia, Surakarta, 2000 dan berbagai sumber)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=355&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/06/05/persiapkan-diri-kita-menyambut-bulan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/06/ramadhan-picture-collections-0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ramadhan-picture-collections-0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegigihan</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/05/05/351/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/05/05/351/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu. Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=351&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-352" title="istockphoto_3052251_success_and_perseverance2" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/05/istockphoto_3052251_success_and_perseverance2.jpg?w=390" alt="istockphoto_3052251_success_and_perseverance2"   /></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan. </p>
<p style="text-align:justify;">Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, &#8220;Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa- apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.&#8221; </p>
<p style="text-align:justify;">Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kitapun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia. </p>
<p style="text-align:justify;">Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kitapun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa. </p>
<p style="text-align:justify;">Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreatifitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreatifitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya. </p>
<p style="text-align:justify;">Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. </p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat. </p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kita juga akan melihat disana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. &#8220;Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apapun,&#8221; terang Abraham Lincoln. </p>
<p style="text-align:justify;">Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, &#8220;Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.&#8221; Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan. </p>
<p style="text-align:justify;">Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, &#8220;Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.&#8221; Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai. </p>
<p style="text-align:justify;">Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan,&#8221;Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.&#8221; </p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. </p>
<p style="text-align:justify;">Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi. </p>
<p style="text-align:justify;">Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang. </p>
<p style="text-align:justify;">Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Kegigihan oleh Andre Ho</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=351&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/05/05/351/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/05/istockphoto_3052251_success_and_perseverance2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">istockphoto_3052251_success_and_perseverance2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Singa Dan Rusa</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/24/singa-dan-rusa/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/24/singa-dan-rusa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 23:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Abstrak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Di afrika setiap pagi, seekor rusa terbangun dan dia harus berlari setidaknya lebih cepat daripada rusa yang paling lambat agar dia bisa hidup hari itu tanpa dimakan binatang buas. Begitu juga halnya seekor singa, begitu terbangun dia harus berusaha berlari setidaknya lebih cepat dari pada rusa yang paling lambat. Supaya dia dapat bertahan hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=336&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-338" title="african-lion-5695" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/03/african-lion-5695.jpg?w=390" alt="african-lion-5695"   /></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Di afrika setiap pagi, seekor rusa terbangun dan dia harus berlari setidaknya lebih cepat daripada rusa yang paling lambat agar dia bisa hidup hari itu tanpa dimakan binatang buas. Begitu juga halnya seekor singa, begitu terbangun dia harus berusaha berlari setidaknya lebih cepat dari pada rusa yang paling lambat. Supaya dia dapat bertahan hidup dan tidak mati kelaparan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak peduli anda mau menjadi rusa atau singa hari ini. Yang pasti hidup akan berjalan terus. Waktu akan terus bergulir tanpa menunggu siapapun. Waktu Selalu berlari cepat meninggalkan kita. Tanamkan dalam hatimu bahwa setiap mata anda terbuka dipagi hari. Begitu anda bangun. Perlombaan sudah dimulai. Mau tidak mau anda harus berusaha sekuat tenaga mengejar segala ketinggalan anda menuju cita2 yang selama ini anda inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlombaan manusia memang tidak begitu dramatis seperti halnya rusa dan singa di afrika. Tapi tanpa kerja keras, tujuan yang nyata, planning serta keyakinan yang teguh. Kesuksesan tidak akan menghampiri anda. Kenyataannya banyak orang menyia-nyiakan waktunya hanya untuk mengeluh pada hal-hal kecil. Terlalu mempermasalahkan sesuatu sehingga menghambat dan menghabiskan energi serta waktu yang di anugrahkan oleh Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kenyataannya anda adalah seekor singa atau rusa. Hampir dipastikan anda tidak memiliki waktu untuk mengeluh sedikitpun. Jadi, tinggalkan sifat bersungut-sungut dan menyalahkan segala sesuatu. Berlari terus tanpa menghiraukan segala sesuatu. Itulah yang akan membuat anda berhasil dan beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Anonim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=336&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/24/singa-dan-rusa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/03/african-lion-5695.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">african-lion-5695</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmatilah Kopinya, Bukan Cangkirnya</title>
		<link>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/05/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya/</link>
		<comments>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/05/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 08:42:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>denisrahadian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://denisrahadian.wordpress.com/?p=331</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis &#8211; dari porselin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=331&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-332" title="cangkir" src="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/03/cangkir.jpg?w=390" alt="cangkir"   /></p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;</p>
<p style="text-align:justify;">Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis &#8211; dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah &#8211; dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: <em>&#8220;Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sekarang perhatikan hal ini. Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya. Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Allah SWT sediakan bagi kita.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Allah SWT memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda. Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: Anonim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/denisrahadian.wordpress.com/331/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/denisrahadian.wordpress.com/331/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=denisrahadian.wordpress.com&amp;blog=1814377&amp;post=331&amp;subd=denisrahadian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://denisrahadian.wordpress.com/2009/03/05/nikmatilah-kopinya-bukan-cangkirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a959fdbdc385abe22fbe3504795b887e?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://denisrahadian.files.wordpress.com/2009/03/cangkir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cangkir</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
