Mustahil Kita Bisa Hidup Tanpa Istighfar

Mungkin masih ada di antara kita yang enggan membasahi bibir dengan memperbanyak istighfar. Boleh jadi, tidak sedikit orang yang lidahnya masih kelu untuk mengucap permohonan ampun berulang-ulang kepada Allah. Padahal berbagai perkara dalam hidup ini benar-benar tidak bisa dilalui dengan baik tanpa istighfar. Istighfar bukan saja sampai dalam tahap perintah wajib atau sunnah yang mendatangkan pahala, tapi kebutuhan hidup yang tak tergantikan. inilah sebab-sebab yang menjadikan kita mustahil hidup tanpa istighfar:

1. Karena Allah SWT sayang dan cinta kepada kita.
Ini jawaban pertama mengapa kita tak mungkin mengabaikan amalan untuk memperbanyak istighfar kepada Allah SWT. Karena istighfar adalah sarana turunnya kasih sayang, rahmat dan cinta Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Istighfar adalah perlambang ketundukan, kepasrahan, pengakuan, kekerdilan, kelemahan seorang hamba dihadapan Allah SWT. Dan semua itu akan mendatangkan kasih sayang dan cinta Allah SWT.

2. Karena dosa kita yang selalu bertambah.
Istighfar adalah jalan keluar dari karakter manusia yang kerap berbuat salah. Kesalahan dan dosa yang akan mengotori jiwa dan pikiran akan berdampak pada kondisi labil dan tidak seimbangnya kehidupan yang dijalani, dan akan mendatangkan kerugian bagi diri kita sendiri.

3. Karena dosa yang tidak kita rasakan itu lebih banyak dari yang kita rasakan.
Banyak dosa dan kesalahan yang tidak mampu kita raba. Banyak kekeliruan yang tak kita rasakan sebagai kekeliruan. Tak terhitung kemaksiatan yang tidak kita ingat sebagai kemaksiatan. Apakah kita sudah bisa memelihara dengan baik ragam kemaksiatan yang muncul dari pikiran, hati, mata, telinga, hidung, kaki, tangan dan semua organ tubuh ini?

4. Karena jiwa kita menjadi lelah terbebani dosa.
Istighfar ibarat air yang menyirami dan membersihkan hati, menhilangkan kotoran dan noda dari jiwa. Istighfar adalah cahaya yang menghapus kegelapan orang-orang yang melakukan kemaksiatan, agar cahaya itu kemudian menjadi pelita dan penuntun dalam menapaki kehidupan.

5. Karena kita dililit banyak masalah dalam hidup ini.
Imam Hasan Al Bashri didatangi seseorang yang mengeluh kekeringan, Hasan Al Bashri menjawabnya, “Beristighfarlah kepada Allah.” Seseorang datang lagi kepadanya dan menyampaikan kesulitan rizki yang melilit hidupnya. Hasan Al Bashri menjawab “Beristighfarlah kepada Allah”. Lalu datang juga seseorang yang menyampaikan masalahnya karena belum mempunyai anak, dan Hasan Al Bashri mengatakan “Beristighfarlah kepada Allah”. Orang yang mendengarnya lalu bertanya kenapa ia menyampaikan jawaban yang sama terhadap masalah berbeda? Hasan Al Bashri menjawab bahwa sesungguhnya yang disampaikannya bukanlah dari dirinya, tetapi sesungguhnya Allah SWT berfirman dalam surat Nuh “Maka aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh : 10-12).

6. Karena kita mempunyai banyak kebutuhan dan kita pasti faqir kepada Allah SWT.
Apa yang kita inginkan dan pinta kepada Allah SWT, lakukanlah dengan memperbanyak istighfar. Istighfar mengandung banyak kebaikan, menyingkirkan bahaya, menambah kekuatan amal hati dan badan serta keyakinan iman.

 

Sumber: dikutip dari Majalah Tarbawi Edisi 159, 8 Rajab 1428 H, 20 Juli 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s