Maafkan Aku..

Hari ini harapanku kembali sirna dan ku putuskan untuk pergi..

Di sebuah terminal bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat… ia tersenyum.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini terlalu hina untuk diratapi.

Kemudian aku berhenti sejenak untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku aku dapat ikut merasakan bahagia, maka sedih dihati ini bisa ku pendam mati. Ketika aku pergi, dia berkata, ‘Terima kasih. Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta’.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini terlalu hina untuk diratapi.

Lalu, sementara ku berjalan menyusuri trotoar. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, ‘Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak?’ Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini terlalu hina untuk diratapi.

Ku kembali menelusuri jalan yang tidak membawa ku kemana-mana. Ku temukan lukisan-lukisan indah dijual dipingir jalan dan ku lihat pelukisnya tengah membuat lukisan indah lainya. Dia hanya menggunakan kakinya untuk melukis, karena dia telah kehilangan kedua tangannya.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua tangan. Dunia ini terlalu hina untuk diratapi

Dengan dua kaki ini, membawaku ke tujuanku.

Dengan dua mata ini, memandangi warna hari ini.

Dengan dua telinga ini, mendengar desir angin.

Dengan dua tangan ini, ku genggam kembali harapanku.

dan aku putuskan untuk pulang, dengan senyum ini ku hadapi hari esok..

—————————

Ya Allah, maafkan aku bila aku marah saat impianku hilang dari pandanganku;
Ya allah, maafkan aku bila aku bersedih saat cintaku hilang dari pelukanku;
Ya allah, maafkan aku bila aku berputus asa saat harapanku hilang dari perjalananku;
Ya Allah, maafkan aku bila aku kurang mensyukuri pemberian-Mu;
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh;

 

Sumber: Anonim

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s