Sang Raja

The King

——-

Alkisah disebuah hutan belantara ada seekor singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yg lemah itu hidup tanpa perlindungan dari induknya.

Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerak-gerakkan tubuhnya yg lemah. Seekor induk kambing tergerak hatinya, Ia merasa ibamelihat anak singa yg lemah dan hidup sebatang kara. Dan terbitlah naruninya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu. Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.

Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, si bayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti kemana saja induk kambing pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari dan bayi singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitaskambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkah lakunya juga persisi kambing. Bahkan anak singa yg mulai beranjak besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing. Ia mengembik bukan mengaum. Ia merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.

Suatu hari terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan. Induk kambing yg juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala. “Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! cukup keluarkan aumanmu yg keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” kata induk kambing pada anak singa yg sudah tampak besar dan kekar. Tapi anak singa yg sejak kecil hidup ditengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yg keluar dari mulutnya adalah suara embikan, sama seperti kambing yg lain dan bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yg tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala.

Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah, “Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya kau bisa mengusir serigala yg jahat itu!” Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak faham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambig-kambing yang lain.Anak singa itu merasa amat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap.Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yg berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yg telah dianggap sebagai ibunya dicengkram serigala. Dengan nekad ia berlari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa ada dihadapannya. Ia melepas cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan. Nyalinya habis, ia pasrah. Ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya.

Dengan kemarahan luar biasa anak singa itu berteriak keras. “Emmbiiik!” Lalu ia mundur kebelakang , mengambil ancang-ancang untuk menyeruduk lagi. Melihat tingkah anak singa itu, serigala yg ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yg ada dihadapannya adalah serigala yg bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu, atau singa bermental kambing.

Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yg kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yg luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yg kekar itu kalah dengan serigala. Bukankah singa adalah raja hutan? Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang singa yg masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu.

Di saat yg kritis itu, induk kambing yg tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting. Anak singa bangun. Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yg dahsyat. Semua kambing ketakutan dan merapat. Anak singa itu juga ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut ditengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa. Beberapa ekor kambing lari, anak singa itu juga langsung ikut lari.

Singa dewasa itu tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa dan berkata, “Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing. Aku tidak akan memangsa anak singa.” Namun anak singa itu terus lari dan lari. singa dewasa itu terus mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar kawanan singa.

Akhirnya anak singa itu tertangkap, anak singa itu ketakutan, “Jangan bunuh aku, ampuun!” “kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa” Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, “Tidak, aku anak kambing! Tolong lepaskan aku.” Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing. Singa dewasa heran bukan main.Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara dan bermental kambing.

Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau, ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Sampai di danau yg jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri. lalu membandingkan dengan singa dewasa. Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, “Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu, sama dengan singa si raja hutan!” “Ya, karena kamu sebenarnya anak singa, bukan anak kambing!” Tegas singa dewasa. “Jadi aku bukan kambing? Aku adlah seekor singa!” “Ya, kamu seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan. Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!” Kata singa dewasa. Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawadan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan dan mengaum dengan keras, menggetarkan seantero hutan. Tak jauh dari situ, serigala ganas lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu. Anak singa kembali berteriak penuh kemenangan, “Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa” Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.

Sumber: Lia, disunting dari novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’

—–

Setiap insan manusia terlahir sebagai seorang yang istimewa yang dengan keistimewaannya dia berjalan di muka bumi layaknya seorang raja, tapi terkadang keistimewaan tersebut tidak dimiliki begitu saja, melainkan tercipta dari tempaan hidup yang mengasahnya sehingga dia mampu belajar dan mengerti.

Yang dibutuhkan untuk kita menjadi istimewa hanyalah sedikit bercermin dan melihat begitu istimewanya makhluk ciptaan Allah yang kita lihat di dalam bayangan cermin yang dengannya kita akan tau bahwa Allah Maha Adil dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba Nya.

‘no body is perfect, but each of us were born special’
~ denisrahadian

8 thoughts on “Sang Raja

  1. Semangat…
    Tapi jangan terlupakan kodrat kita sebagai Mahluk Ciptaan-Nya..

    Kita sebagai manusia jelas mempunyai kelebihan dibandingkan dengan Mahluk ciptaan yang lainnya..

    Maju terus jo..

  2. Setiap insan manusia terlahir istimewa.

    ~kita sudah sempurna, karena Allah menciptakan kita dengan ilmu-Nya yang Maha Sempurna, yang kita butuhkan sekarang hanya mensyukuri pemberian-Nya.

  3. assalamualikum

    subhanallah tulisannya bagus bgt mz….mungkin hampir sama dengan teori sapi yg saya sering saya terapkan k diri saya. mungkin bagi sebagian org sapi hanyalah seekor hewan biasa yg dagingnya enak d makan tp buat saya nilai dari seekor sapi mungkin lebih dari itu. perhatikan aja apa yg terdapat dalam diri sapi….semuanya manfaat, dagingnya enak d makan dan halal,kulitnya bisa d jadikan bahan baku kerajinan,tanduknya bisa jadi hiasan dinding,air susunya menyehatkan bahkan kotorannya sekalipun manfaat tuh bisa d jadiin pupuk kompos.

    nah manusia sendiri sebenarnya d ciptakan Alloh sebagai makluk yg paling sempurna justru kadang menyia2kan rahmat Alloh yang paling besar itu. manusia justru sibuk mencari kukarangannya sehingga lupa bersyukur atas apa yang ia miliki saat ini.

    semoga saja tulisan ini bisa menggugah tiap hati kita yahh…amiinn

  4. Wassallamu’alaikum

    Seperti layaknya pohon kelapa yang tunasnya menjadi lambang pramuka kita, banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari cipataan Allah Yang Maha Sempurna ini. Benar adanya jika pertanyaan ini harus selalu kita derungkan ditelinga kita “maka nikmat Allah yang manakah yang engkau dustai?”

    ~sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada lingkungan disekitarnya, minimal mereka terjaga dari keburukan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s