Cermin


Aku mengumpulkan perkataan sahabat dan aku mendapati jumlah dosa besar anggota badan sebagai berikut. Empat dalam hati: syirik, bertahan dalam kemaksiatan, putus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah. Empat di lidah: kesaksian dusta, menuduh muslim/ah yang baik, sumpah palsu dan sihir. Tiga dalam perut: minum minuman keras, memakan harta anak yatim, dan memakan riba. Dua di kemaluan: zina dan homoseks. Dua di tangan: membunuh dan mencuri. Satu di kaki: lari dari medan pertempuran. Satu di seluruh anggota badan: durhaka kepada kedua orangtua. (Abu Thalib Al Makky)

“dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (QS Ali Imran : 135)

“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat”. (QS. An Nashr : 3)

Dari Anas radhiallahu’anhu, ia berkata: saya telah mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Allah ta’ala telah berfirman: “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

“Ya Allah! sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan; aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan; aku berlindung kepada-Mu dari [sifat] pengecut dan bakhil; dan aku berlindung kepada-Mu dari beban hutang dan kekerasan manusia”. (HR Abu Daud)

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS Al Ma’aarij : 19-21)

”Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (QS Al-Baqarah : 286)

”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS Ali-Imran : 139)

”dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf : 12)

”Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal”. (QS At-Taubah : 129)

”Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk” . (QS Al-Baqarah : 45)

”Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka”. (HR. Abu Dawud dan Nasa’i)

”Bagaimana Engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta, banyak berharap kepada Allah. Tapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta akan berakibat kita merubah diri, dan Allah akan memberi apa yang kita minta. Karena sebetulnya doa itu adalah pengiring agar kita bisa merubah diri. Jika kita tidak pernah mau merubah diri kita menjadi lebih baik, maka tentu ada yang salah dengan permintaan kita” (HR Ibnu Ath-Tha’ilah dalam Kitabnya Al-Hikam)